Sabtu, 06 Maret 2010

boys before flower

Rabu, 03 Maret 2010

fungsi disket


Disket sebagai media penyimpanan file yang revolusioner di jamannya, sekarang (bisa jadi) sudah musnah. Evolusi external memory setidaknya harus mempertimbangkan disket sebagai pelopornya. Dengan ukuran kekuatan menyimpan sebesar 1,4 Mega, disket sudah menjadikan banyak tergantung dengan barang ini. bentuknya yang pipih cenderung mudah untuk dibawa dan tidak memakan tempat. pada tahapan berikutnya disket semakin mengecil bentuknya dan beberapa jenis media sejenis atau agak mirip dengan segala kelebihannya bermunculan. sampai akhirnya disket sudah semakin menjadi barang langka. Orang beralih ke media penyimpanan lain yang lebih besar kapasitasnya, lebih kecil resiko kerusakannya dan lebih cantik bentuknya. Namun, beberapa hal masih tidak bisa digantikan oleh si disket. misalnya di beberapa rental komputer dan warnet, menyimpan file2 ukuran kecil, menyimpan data kecil untuk kemudian di berikan ke teman sehingga sang teman tidak perlu mengembalikan disket karena harganya yang murah dan sebagainya. Ringkasnya, disket dalam beberapa masih dibutuhkan keberadaannya. Minimal itulah yang saya rasakan. Ketika CD, Flash disc sedang tidak tersedia, maka saya selalu menemukan solusi lewat disket ini. Ketika teknologi semakin berkembang dan media penyimpanan semakin canggih, maka disket semakin ditinggalkan. Dan itu wajar. laptop sudah sejak awal enggan menyediakan slot untuk tempat disket. Komputer-komputer canggih juga cenderung tidak dilengkapi dengan disket. Meski alasan mereka berbeda-beda, namun intinya adalah disket rawan terkena virus. sebuah alasan yang kurang beralasan. Tapi tidak semua yang baru lantas meninggalkan disket begitu saja. Paling tidak, itulah mungkin yang ada dalam benak Microsoft. Orang-orang masih berpikiran bahwa SAVE=DISK. Meski makin hari disket (sepertinya) makin tidak disukai, toh icon "SAVE" dalam dari Window dulu sampai dengan Window terbaru masihlah tetap tidak berubah, sebuah icon disket.